Polling Bulan Ini

Bagaimana pelaksanaan proses akademik di semester genap ini?

Kurang
Cukup Bagus
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
Download Terbaru
Hubungi Admin
  • Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi admin via YM.

  • Materi SPB (Strategi Pembelajaran Biologi)
    Artikel tutorial - Kategori Pemrograman Web | Diposting pada : 2015-10-03 -|- 07:07:am
    Share this article on

    1. A.    Pengertian Metode Discovery


     


    Metode pembelajaran discovery (penemuan) adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuanyang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagianatau seluruhnya ditemukan sendiri. 


    Metode Discovery menurut Rohani (2004:39) adalah metode yang berangkatdari suatu pandangan bahwa peserta didik sebagai subyek di samping sebagaiobyek pembelajaran. Mereka memiliki kemampuan dasar untuk berkembangsecara optimal sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.Metode discovery menurut Roestiyah (2001:20) adalah prses mental dimanasiswa mengasimilasi suatu konsep atau prinsip. Proses mental tersebut misalnyamengamati, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuatkesimpulan dan sebagainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukansendiri, sedangkan guru hanya membimbing dan memberikan intruksi.


     


    Ciri Khas Metode Discovery


    Tiga ciri utama belajar menemukan yaitu:



    1. mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan,menggabungkan dan  menggeneralisasi pengetahuan;

    2. berpusat pada siswa;

    3. kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yangsudah ada.Sedangkan menurut Biknell-Holmes dan Hoffman (8,2008) menjelaskan 3sifat utama dari metode discovery, yaitu:



    • Mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk membuat,mengintegrasikan, dan menggeneralisasi pengetahuan

    • Siswa dibimbing untuk melakukan aktivitas berdasarkan ketertarikannya,dan menentukan tahapan dan frekuensi kerjanya sendiri Aktivitas-aktivitas yang dilakukan siswa mendorong terjadinya integrasi pengetahuan baru ke dalam pengetahuan siswa sebelumnya.


    Kelebihan dan Kekurangan Metode Discovery


    Beberapa keunggulan metode penemuan juga diungkapkan olehSuherman, dkk (2001: 179) sebagai berikut:



    1. siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir dan menggunakankemampuan untuk menemukan hasil akhir;

    2. siswa memahami benar bahan pelajaran, sebab mengalami sendiri prosesmenemukannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lamadiingat;

    3. menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan batin inimendorong ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnyameningkat;

    4. siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebihmampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks;

    5. metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.


     


    Selain memiliki beberapa keuntungan, metode discovery (penemuan) juga memiliki beberapa kelemahan, menurut Depdikbud (supriyadi, 2000:11)menyatakan bahwa kelemahan metode discovery antara lain:



    • Membutuhkan waktu belajar yang lebih lama dibandingkan dengan belajar menerima.

    • Tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan cara ini beberapa siswa lebih mudah mengerti dan terkesan dengan metodeceramah.

    • Tidak semua guru mempunyai kemampuan dan keahlian dengan cara ini

    • Tidak semua topik cocok disampaikan dengan metode discovery.

    • Kelas harus tidak terlalu besar karena memerlukan bimbingan guruterhadap setiap siswa.


     


    Untuk mengurangi kelemahan tersebut maka diperlukan bantuan guru.Bantuan guru dapat dimulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan  dengan memberikan informasi secara singkat. Pertanyaan dan informasitersebut dapat dimuat dalam lembar kerja siswa (LKS) yang telahdipersiapkan oleh guru sebelum pembelajaran dimulai.


     


     


    D. Langkah-Langkah Metode Discovery


    Langkah-langkah pembelajaran discovery adalah sebagai berikut:



    1. Observasi untuk menemukan masalah

    2. Merumuskan masalah

    3. Mengajukan hipotesis

    4. Merencanakan pemecahan masalah melalui percobaan atau cara lain

    5. Melaksanakan percobaan

    6. Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data

    7. Analisis data

    8. Menarik kesimpulan atas percobaan yang telah dilakukan atau penemuan


     


    B.     Pengertian Inquiry


    Metode inkuiri adalah cara untuk menyampaikan sesuatu agar tercapai tujuan, cara melaksanakan, cara menyelidiki, taktik, siasat (Poerwadarminto, 1976). Metode Inkuiri adalah menanyakan, meminta keterangan atau menyelidiki, penyelidikan (Soedanyo, 1990).Metode Inkuiri dalam bahasa Inggris “Inquiri”, berarti pertanyaan,pemeriksaan, atau penyelidikan (Gulo, 2002). Metode inkuiri adalah suatu pola untuk membantu para siswa belajar merumuskan dan menguji pendapatnya sendiri dan memiliki kesadaran akan kemampuannya. (Suchman ,1996). Metode inkuiri adalah strategi mengajar yang memungkinkan para siswa mendapatkan jawabannya sendiri. (Jones, 1997).


    Metode inkuiri adalah suatu metode yang menekankan pengalaman-pengalaman belajar yang mendorong siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip (Widja, 1985). Metode inkuiri adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan informasi dengan atau tanpa bantuan guru (Sumantri,1998). Metode inkuiri adalah merupakan proses belajar yang memberikan kesempatan pada siswa untuk menguji dan menafsirkan problema secara sistematika yang memberikan konklusi berdasarkan pembuktian. (Nasution 1992 : 128). Metode inkuiri merupakan perluasan metode discovery yang artinya suatu proses mental yang lebih tinggi tingkatannya misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan membuat kesimpulan (Sri Anitah , 2001:4).


    Berdasarkan beberapa pengertian yang tersebut di atas metode inkuiri adalah suatu cara yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga siswa mempunyai kemampuan untuk bertanya, memeriksa, atau menyelidiki sesuatu. yang melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis,kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri.


    v  Tingkatan inkuiri


    Ada tiga tingkatan inkuiri berdasarkan variasi bentuk keterlibatannya dan intensistas keterlibatan siswa, yaitu:



    1. Inkuiri tingkat pertama


    Inkuiri tingkat pertama merupakan kegiatan inkuiri dengan masalah dikemukakan oleh guru atau bersumber dari buku teks kemudian siswa bekerja untuk menemukan jawaban terhadap masalah tersebut di bawah bimbingan yang intensif dari guru. Inkuiri tipe ini, tergolong kategori inkuiri terbimbing (guided Inquiry) menurut kriteria Bonnstetter (2000), sedangkan Marten Hansen (2002), Oliver - Hoyo, et al (2004) dan Orlich , et al (1998) menyebutnya sebagai pembelajaran penemuan (discovery learning) karena siswa dibimbing secara hati-hati untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapkan kepadanya.


    Dalam inkuiri terbimbing kegiatan belajar harus dikelola dengan baik oleh guru dan keluaran pembelajaran sudah dapat diprediksikan sejak awal. Inkuiri jenis ini cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran mengenai konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang mendasar dalam bidang ilmu tertentu. Orlich, et al (1998) menyatakan ada beberapa karakteristik dari inkuiri terbimbing yang perlu diperhatikan yaitu:



    • Siswa mengembangkan kemampuan berpikir melalui observasi spesifik

    • hingga membuat inferensi atau generalisasi.

    • Sasarannya adalah mempelajari proses mengamati kejadian atau obyek kemudian menyusun generalisasi yang sesuai.

    • Guru mengontrol bagian tertentu dari pembelajaran misalnya kejadian, data, materi dan berperan sebagai pemimpin kelas.

    • Tiap-tiap siswa berusaha untuk membangun pola yang bermakna berdasarkan hasil observasi di dalam kelas.

    • Kelas diharapkan berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran.

    • Biasanya sejumlah generalisasi tertentu akan diperoleh dari siswa.

    • Guru memotivasi semua siswa untuk mengkomunikasikan hasil generalisasinya sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa dalam kelas.



    1. Inkuiri Bebas


    Inkuiri tingkat kedua dan ketiga Callahan et al , dan Bonnstetter mengkategorikan sebagai inkuiri bebas (unguided Inquiry). Menurut Orlich, et al inkuiri bebas merupkan kegiatan siswa yang difasilitasi untuk dapat mengidentifikasi masalah dan merancang proses penyelidikan. Siswa dimotivasi untuk mengemukakan gagasannya dan merancang cara untuk menguji gagasan tersebut. Siswa diberi motivasi untuk melatih keterampilan berpikir kritis seperti mencari informasi, menganalisis argumen dan data, membangun dan mensintesis ide-ide baru, memanfaatkan ide-ide awalnya untuk memecahkan masalah serta menggeneralisasikan data. Guru berperan dalam mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan tentatif yang menjadikan kegiatan belajar lebih menyerupai kegiatan penelitian seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Beberapa karakteristik yang menandai kegiatan inkuiri bebas ialah:



    • Siswa mengembangkan kemampuannya dalam melakukan observasi khusus untuk membuat inferensi.

    • Sasaran belajar adalah proses pengamatan kejadian, obyek dan data yang kemudian mengarahkan pada perangkat generalisasi yang sesuai

    • Guru hanya mengontrol ketersediaan materi dan menyarankan materi inisiasi.

    • Dari materi yang tersedia siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan tanpa bimbingan guru

    • Ketersediaan materi di dalam kelas menjadi penting agar kelas dapat berfungsi sebagai laboratorium

    • Kebermaknaan didapatkan oleh siswa melalui observasi dan inferensi serta melalui interaksi dengan siswa lain

    • Guru tidak membatasi generalisasi yang dibuat oleh siswa.

    • Guru mendorong siswa untuk mengkomunikasikan generalisasi yang dibuat sehingga dapat bermanfaat bagi semua siswa dalam kelas.


    v  Tujuan Pembelajaran Inkuiri


    Metode pembelajaran inkuiri di samping mengantarkan siswa pada tujuan instruksional tingkat tinggi, tetapi dapat juga memberi tujuan iringan ( nutrunant effect ) sebagai berikut:



    1. Memperoleh keterampilan untuk memproses secara Ilmiah ( mengamati, mengumpulkan dan mengorganisasikan data,mengidentifikasikan variabel, merumuskan, danmenguji hipotesis, serta mengambil kesimpulan ).

    2. Lebih berkembangnya daya kreativitas anak.

    3. Belajar secara mandiri.

    4. Lebih memahami hal-hal yang mendua.

    5. Perolehan sikap ilmiah terhadap ilmu pengetahuan yang menerimanya secara tentatif (Gulo, 2002:101)


    v  Ciri-ciri Strategi Pembelajaran Inkuiri



    1. Strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secaraverbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri.

    2. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri {self belief). Dengan demikian, strategi pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara guru dan siswa. Karena itu kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.

    3. Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.


    Dengan demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara optimal. Sebaliknya, siswa akan dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai materi pelajaran.


    Strategi pembelajaran inkuiri merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach).Dikatakan demikian, sebab dalam strategi ini siswa memegang peran penting yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.


    v  Peranan Pembelajaran Inkuiri


    Pelaksanaan penggunaan metode pembelajaran inkuiri mempunyai peranan penting baik bagi guru maupun para siswaantara lain sebagai berikut:



    1. Menekankan kepada proses perolehan informasi oleh siswa.

    2. Membuat konsep diri siswa bertambah dengan penemuan- penemuan yangdiperolehnya.

    3. Memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan memperluas penguasaan keterampilan dalam proses memperoleh kognitif para siswa.

    4. Penemuan-penemuan yang diperoleh siswa dapat menjadi kepemilikannya dan sangat sulit melupakannya.

    5. Tidak menjadikannya guru sebagai satu-satunya sumber belajar, karena siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar


    v  Sasaran Pembelajaran Inkuiri


    Sasaran utama dalam kegiatan pembelajaran pada metode pembelajaran inkuiri, adalah:



    1. Keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar; Kegiatan belajar disini adalah kegiatan mental intelektual dan sosial emosional.

    2. Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran.

    3. Mengembangkan sikap percaya padadiri sendiri ( self-belief ) pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalamproses pembelajaran inkuiri.


    v  Syarat Kegiatan Pembelajaran Inkuiri


    Kondisi-kondisi umum yang merupakan syarat bagi timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa, antara lain:



    1. Aspek sosial di dalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi; Hal ini menuntut adanya suasana bebas (permisif) di dalam kelas, di mana setiap siswa tidak merasakan adanya tekanan atau hambatan untuk mengemukakan pendapatnya.

    2. Berfokus pada hipotesis; Siswa perlu menyadari bahwa pada dasarnya semua pengetahuan bersifat tentatif. Tidak ada kebenaran yang bersifat mutlak tetpi kebenarannya selalu bersifat sementara.

    3. Penggunaan fakta sebagai evidensi; Di dalam kelas dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta sebagaimana dituntut dalam pengujian hipotesis pada umumnya.


    v  Keunggulan dan kelemahan metode inquiry



    1. Keunggulan



    • Menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan
      psikomotorik secara seimbang.

    • Siswa menjadi aktif dalam mencari dan mengolah sendiri informasi

    • Siswa mengerti konsep-konsep dasar dan ide-ide secara lebih baik

    • Memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar
      mereka.

    • Siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata tidak akan terhambat
      oleh siswa yang lemah dalam belajar.

    • Membantu siswa dalam menggunakan ingatan dalam transfer konsep yang
      dimilikinya kepada situasi-situasi proses belajar yang baru

    • Mendorong siswa untuk berfikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya
      sendiri.

    • Dapat membentuk dan mengembangkan konsep sendiri (self-concept)
      pada diri siswa sehingga secara psikologis siswa lebih terbuka terhadap
      pengalaman baru, berkeinginan untuk selalu mengambil dan
      mengeksploitasi kesempatan-kesempatan yang ada

    • Memungkinkan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis
      sumber yang tidak hanya menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber
      balajar




    1. Kelemahan



    • Jika guru tidak dapat merumuskan teka-teki atau pertanyaan kapada siswa
      dengan baik, untuk memecahkan permasalah secara sistematis, maka akan
      membuat murid lebih bingung dan tidak terarah .

    • Kadang kala guru mengalami kesulitan dalam merencanakan
      pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.

    • Dalam implementasinya memerlukan waktu panjang sehingga guru sering
      sulit menyesuaikannya dengan waktu yang ditentukan.

    • Pada sistem klasikal dengan jumlah siswa yang relatif banyak;
      penggunaan pendekatan ini sukar untuk dikembangkan dengan baik

    • Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa
      menguasai materi, maka pembelajaran ini sulit diimplementasikan oleh
      guru


     


     


     


    Penerapan pendekatan inquiry


    Dalam praktik pembelajaran, pada dasarnya pendekatan inkuiri adalah menggunakan pendekatan konstruktivistik, di mana setiap mahasiswa sebagai subyek belajar, dibebaskan untuk menciptakan makna dan pengertian baru berdasarkan interaksi antara apa yang telah dimiliki, diketahui, dipercayai, dengan fenomena, ide, atau informasi baru yang dipelajari. Dengan demikian, dalam proses belajar mahasiswa telah membawa pengertian dan pengetahuan awal yang harus ditambah, dimodifikasi, diperbaharui, direvisi, dan diubah oleh informasi baru yang diperoleh dalam proses belajar.


    Proses belajar tidak dapat dipisahkan dari aktivitas dan interaksi, karena persepsi dan aktivitas berjalan seiring secara dialogis. Pengetahuan tidak dipisahkan dari aktivitas di mana pengetahuan itu dikonstruksikan, dan di mana makna diciptakan, serta dari komunitas budaya di mana pengetahuan didesiminasikan dan diterapkan.


    Dalam pebelajaran dengan pendekatan inkuiri ini mahasiswa akan dihadapkan pada suatu permasalahan yang harus diamati, dipelajari, dan dicermati, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman konsep mata kuliah dalam kegiatan pembelajaran. Secara logika apabila mahasiswa meningkat partisipasinya dalam kegiatan pembelajaran, maka secara otomatis akan meningkatkan pemahaman konsep materi pembelajaran, dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan prestasi belajar.


    Untuk mengungkapkan proses pembelajaran tersebut dosen atau guru harus mengumpulkan dan menangkap data yang berupa fenomena dan bahasa verbal (katakata, kalimat, ungkapan) serta sedikit data kuantitatif yang merupakan hasil tes guna, mendukung kekuatan yang berupa bahasa verbal (kata, kalimat maupun fenomena).Data yang terkumpul dianalisis secara induktif dan kualitatif interpretatif, untuk menggambarkan seberapa besar tingkat partisipasi mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan.


    Semakin tinggi tingkat partisipasi dalam perkuliahan diasumsikan semakin tinggi pula tingkat penguasaan materi dan konsep dari mata kuliah yang diajarkan. Supaya lebih menarik dan lebih siap, maka pembelajaran dengan pendekatan inkuiri harus dimulai oleh dosen dengan merencanakan pembelajaran; menyiapkan media pembelajaran, dan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara maksimal. Dengan demikian, dosen berperan sebagai instrumen utama dalam pelaksanaan pembelajaran, yang dapat mengukur berhasil atau tidaknya sebuah pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya dengan pendekatan inkuiri.

    Agenda Terbaru
    Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 17297 user
  • IP address : 34.225.194.144
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Link Terkait
    Berita Kemahasiswaan

    Gembira Menyambut PRL (Pekan Raya Lampyris)

    2015-10-03 - 04:48:pm | Kategori Kemahasiswaan | oleh admin

    Dalam keseluruhan program kerja Himpunan Mahasiswa Biologi Lampyris (HMB,) Pekan Raya Lampyris<.....Baca Selanjutnya

    Berita Kegiatan

    Kegiatan Lampyris Leadership Training (LLT) 2015

    2015-10-02 - 09:48:pm | Kategori Kegiatan | oleh admin

    Kepemimpinan merupakan masalah sentral dalam kepengurusan suatu organisasi. Maju mundurnya suatu organisasi, mati hidupnya organisasi, tu.....Baca Selanjutnya

    Serunya Penelitian Mini Bersama Kimbolis

    2015-10-02 - 09:00:pm | Kategori Kegiatan | oleh admin

    Penelitian Mini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Kelompok Ilmiah Mahasiswa Biologi Lampyris (Kimbolys) dibawah .....Baca Selanjutnya

    Berita Akademik

    Pelatihan pembuatan Pupuk Cair

    2015-10-02 - 09:09:pm | Kategori Akademik | oleh admin

    Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang dari sumber aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nil.....Baca Selanjutnya

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Biologi - Universitas Pakuan
    Jl. Pakuan Bogor - Jawa Barat
    Telp: (0251)375608 email : biologifkip@unpak.ac.id